Tentang
sebuah rasa kekecewaan, mesti tiap-tiap orang mengalami, sudah atau belum itu
menurut anda (saya). Kecewa itu merupakan suatu yang ada dalam hati seorang
manusia, ia adalah rasa yang bisa diungkapkan, namun ketika sampai batasannya
seseorang lebih cenderung meluapkannya dalam bentuk tindakan, misalnya jika ia
adalah seorang lelaki maka laki tersebut meluapkannya dengan emosi, mencari
sebuah dinding dan meninjunya, bila tak cukup sekali ya berkali-kali. Lain
halnya dengan perempuan saat mengalami kecewa, kaum hawa itu acap dengan
menangis, sebab air mata adalah kekuatan bagi kaum hawa, jangankan untuk
meluapkan segala rasa dalam hati, kaum adam saja bisa luluh dan kalah jika
seseorang menangis dihadapannya.
Kembali
pada bahasan, yaitu kecewa. Saya sedang mengalaminya sekarang, entah ini akan
berbekas selamanya atau hanya beberapa waktu saja. Saya tak peduli berapa lama
bekas kecewa ini terasa di hati, saya juga tak tahu bagaimana mengobatinya,
intinya perasaan kecewa itu sungguh tak menyenangkan. Sekalipun orang yang
sudah membuat kecewa itu minta maaf, mungkin rasa tersebut tak serta merta
hilang, seperti banyak kata orang “minta maaf itu tidak segampang ucapan”. Saya
pernah mendengar obat dari kekecewaan itu, yaitu orang yang melukai. Artinya,
jika anda (saya) menyukai dia, dia membuatmu kecewa, kemudian dia datang dengan
kejutan baru atau sesuatu yang membuat anda bahagia lebih dari yang anda
harapkan, hal itu biasanya mengobati.
Kecewa
bukan berarti marah atau benci. Kecewa hanya salah satu penyakit hati. Namun,
jikalau kecewa yang dialami sudah berlebihan atau kerap kamu rasakan hal itu
dapat berubah menjadi marah atau benci, bahkan bisa merubah pribadimu. Saya
akan kembali memberi contoh, kamu seorang yang baik, sebab sering mengalami
kekecewakan, saban waktu bisa saja kau berubah menjadi seorang yang jahat,
boleh jadi balas dendam atau melampiaskan kejahatanmu pada orang lain.
Sebaliknya, kasih sayang bahkan lebih dari itu, yaitu cinta dapat merubahmu
dari seorang yang jahat kepada yang baik. Seorang preman bisa berubah menjadi
seorang ustad, dll. Sebab itu juga ada penyataan seperti ini lebih baik mantan orang jahat daripada
mantan orang baik. Pastinya perubahan dalam diri seseorang tergantung pada
orang yang dicintainya.
Dalam
kehidupan sehari-hari kamu akan dikelilingi orang yang kamu buat kecewa dan
mengecewakanmu. Bagaimana caramu membalas kecewanya itu bergantung pada pribadi
masing-masing, ada yang membalasnya dengan kecewa pula, ada yang membalasnya
dengan kebaikan. Kecewa itu sebab orang yang disukai, harapan palsu,
kebohongan, atau hal negatif lainnya.
Sekalipun
kamu selalu memberinya cinta, kebaikan, pengorbanan itu akan menjadi sia-sia
dan sebuah kekecewaan sebab orang kamu beri segalanya tersebut tak pernah
menghargaimu, tiada pedulinya ia padamu. Permintaan kecil darimu yang kamu
anggap itu suatu yang besar saja bisa dikecewakan olehnya, apalagi yang lebih
dari itu?. Jika hal tersebut sudah terjadi, apakah cinta itu akan hilang?,
tergantung pada diri sendiri, sejatinya hukum karma itu pasti berlaku, kamu
menyakiti atau mengecewakan seseorang, suatu ketika nanti pasti akan ada orang
lain lagi yang akan mengecewakanmu, mungkin lebih dari itu. Hanya waktunya
bukan sekarang dan saat itu anda (saya) baru paham bagaimana perasaan orang yang
pernah anda sakiti atau kecewakan dulu.
Selagi
orang yang pernah kamu kecewakan itu masih baik denganmu, hargai ia. Beri ia
kebaikan. Jangan langsung memberi komentar atau menvonis sikap seseorang
“seperti ini/itu”. Kita bisa tertipu oleh tampilan, orang yang kita anggap baik
rupanya ‘kurang ajar’, seorang yang kita pikir dia orang jahat rupanya baik,
seseorang itu dapat berubah dari yang jahat menjadi baik, begitu sebaliknya,
dari yang baik menjadi jahat. Cinta itu letaknya di hati, bukan pikiran, jangan
kecewakan orang yang mencintainmu. Sebab bukti seseorang benar cinta padamu, ia
tak akan pernah menyentuhmu, ia akan menjagamu seperti menjaga dirinya sendiri.
Ya, itulah hati; qalbu.
Abu
Rahmat, 12/07/14
hahahai..
BalasHapusgalau mas.. :P