Dulu, dikau menjadi bagian apa yang aku pandang lalu banyak stanza cinta yang lahir kepadamu-dariku. Mungkin kehadiranku memandangamu tak seindah pandangan mereka, mengutarakannya itu menjadi sulit bagiku, mengecapnya saja dalam hati, sebagian dalam tulisan ini hanya dari perkataan qalbu, setanza cinta seperti lima bagian dalam bagiku dan biarlah aku saja yang tahu akan hal itu.
Hendak lama menunggu atau sejenak sama saja, datang dan pergi, dekat atau jauh, aku tak paham lagi memaknainya seakan banyak sekali hal-hal kecil yang kemudian besar lalu ingin membunuh, tersebut selalu saja menganggu. Entah ini benar sebuah kerinduan atau hanya nafsu sebab pertemuan begitu sulit bagiku, yang hasrat mengetahui tentang hatimu aku tak bisa, ini bukan masa lalu atau yang ‘kan terjadi namun kini; yang sedang dialami.
Sekira engkau ingin benar mengetahui perihal hatiku, tataplah aku dari kejahuan, maka engkau akan menegtahui dengan keyakinan. Seorang guru pernah datang dan berkata “cintamu tak akan jauh darimu, ia akan kembali jika pernah singgah, atau cinta baru akan menjadi lama bagimu dan itu adalah punyamu. Cintai saja dia, biar ia sadar sendirinya jika ia benar-benar cinta”. Sedarhananya aku mencintaimu.
Cinta mempunyai banyak artian, tergantung padamu mengartikannya. Begitu pun aku yang kau katakan siapa, baik atau buruknya seorang aku tergantung fikirmu, jika engkau berpikir aku seorang baik, maka baiklah aku sesampai kapan itu walau kerap salah sering ku perbuat, namun jika kau mengakui bahwa aku seorang yang buruk, maka buruklah aku.
Satu kesalahanku dalam mencintaimu dapat menyebabkan kebencian selamanya, aku terlalu takut akan semua itu, sering aku berkhayal jika kita saling bertengkar lalu marah meraja kemudian kembali tersenyum. Bahkan lebih dari itu, “sekiranya kita diperkenalkan dan kembali jatuh cinta sepeti dulu”. Terlepas dari semuanya itu hanya sebuah mimpi, aku belum dapat terjaga sekarang. Semoga waktunya tiba bagi kita.
Bintang, aku akan menunggu sampai kesabaranku hilang yang disertai kehilanganku, jika itu terjadi pertanda aku pernah bahagia, bahagia sekali sebab pernah mencintamu, menikmati rindu, kenangan dan segalanya, bintang jadilah qalbu, jika engkau jatuh dan hancur sertakan aku dalam kehancuranmu. Mungkin hanya itu, selanjutnya akan aku khabarkan melalui tulisan yang tak seberapa indah ini.
KARYA: RAHMATSYAH
sumber foto: http://darahseorangfilsuf.files.wordpress.com/2011/08/1288511395_470x353_let-s-watching-shooting-star.jpg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar