Sabtu, 12 Juli 2014

Tentang Kecewa


Tentang sebuah rasa kekecewaan, mesti tiap-tiap orang mengalami, sudah atau belum itu menurut anda (saya). Kecewa itu merupakan suatu yang ada dalam hati seorang manusia, ia adalah rasa yang bisa diungkapkan, namun ketika sampai batasannya seseorang lebih cenderung meluapkannya dalam bentuk tindakan, misalnya jika ia adalah seorang lelaki maka laki tersebut meluapkannya dengan emosi, mencari sebuah dinding dan meninjunya, bila tak cukup sekali ya berkali-kali. Lain halnya dengan perempuan saat mengalami kecewa, kaum hawa itu acap dengan menangis, sebab air mata adalah kekuatan bagi kaum hawa, jangankan untuk meluapkan segala rasa dalam hati, kaum adam saja bisa luluh dan kalah jika seseorang menangis dihadapannya.
Kembali pada bahasan, yaitu kecewa. Saya sedang mengalaminya sekarang, entah ini akan berbekas selamanya atau hanya beberapa waktu saja. Saya tak peduli berapa lama bekas kecewa ini terasa di hati, saya juga tak tahu bagaimana mengobatinya, intinya perasaan kecewa itu sungguh tak menyenangkan. Sekalipun orang yang sudah membuat kecewa itu minta maaf, mungkin rasa tersebut tak serta merta hilang, seperti banyak kata orang “minta maaf itu tidak segampang ucapan”. Saya pernah mendengar obat dari kekecewaan itu, yaitu orang yang melukai. Artinya, jika anda (saya) menyukai dia, dia membuatmu kecewa, kemudian dia datang dengan kejutan baru atau sesuatu yang membuat anda bahagia lebih dari yang anda harapkan, hal itu biasanya mengobati.
Kecewa bukan berarti marah atau benci. Kecewa hanya salah satu penyakit hati. Namun, jikalau kecewa yang dialami sudah berlebihan atau kerap kamu rasakan hal itu dapat berubah menjadi marah atau benci, bahkan bisa merubah pribadimu. Saya akan kembali memberi contoh, kamu seorang yang baik, sebab sering mengalami kekecewakan, saban waktu bisa saja kau berubah menjadi seorang yang jahat, boleh jadi balas dendam atau melampiaskan kejahatanmu pada orang lain. Sebaliknya, kasih sayang bahkan lebih dari itu, yaitu cinta dapat merubahmu dari seorang yang jahat kepada yang baik. Seorang preman bisa berubah menjadi seorang ustad, dll. Sebab itu juga ada penyataan seperti ini lebih baik mantan orang jahat daripada mantan orang baik. Pastinya perubahan dalam diri seseorang tergantung pada orang yang dicintainya.
Dalam kehidupan sehari-hari kamu akan dikelilingi orang yang kamu buat kecewa dan mengecewakanmu. Bagaimana caramu membalas kecewanya itu bergantung pada pribadi masing-masing, ada yang membalasnya dengan kecewa pula, ada yang membalasnya dengan kebaikan. Kecewa itu sebab orang yang disukai, harapan palsu, kebohongan, atau hal negatif lainnya.
Sekalipun kamu selalu memberinya cinta, kebaikan, pengorbanan itu akan menjadi sia-sia dan sebuah kekecewaan sebab orang kamu beri segalanya tersebut tak pernah menghargaimu, tiada pedulinya ia padamu. Permintaan kecil darimu yang kamu anggap itu suatu yang besar saja bisa dikecewakan olehnya, apalagi yang lebih dari itu?. Jika hal tersebut sudah terjadi, apakah cinta itu akan hilang?, tergantung pada diri sendiri, sejatinya hukum karma itu pasti berlaku, kamu menyakiti atau mengecewakan seseorang, suatu ketika nanti pasti akan ada orang lain lagi yang akan mengecewakanmu, mungkin lebih dari itu. Hanya waktunya bukan sekarang dan saat itu anda (saya) baru paham bagaimana perasaan orang yang pernah anda sakiti atau kecewakan dulu.
Selagi orang yang pernah kamu kecewakan itu masih baik denganmu, hargai ia. Beri ia kebaikan. Jangan langsung memberi komentar atau menvonis sikap seseorang “seperti ini/itu”. Kita bisa tertipu oleh tampilan, orang yang kita anggap baik rupanya ‘kurang ajar’, seorang yang kita pikir dia orang jahat rupanya baik, seseorang itu dapat berubah dari yang jahat menjadi baik, begitu sebaliknya, dari yang baik menjadi jahat. Cinta itu letaknya di hati, bukan pikiran, jangan kecewakan orang yang mencintainmu. Sebab bukti seseorang benar cinta padamu, ia tak akan pernah menyentuhmu, ia akan menjagamu seperti menjaga dirinya sendiri. Ya, itulah hati; qalbu.

Abu Rahmat, 12/07/14

1 komentar: