Senin, 03 Februari 2014

Seuntai Diari III

Waktu terus berjalan, pun aku dengan puisi ini. Pukul 16, pesang singkat terkirim dan seorang panitia akan menunggu, jejaki kembali pelataran kampus sampai di tangga tengah. Ini yang membuat kembali hati malu, ternyata bidadariku yang mengambil berkas ini, kali kedua bertemu dan masih tanpa percakapan. Perjalan pulang, wajahku seperti sedikit gila dan lagi disisi lain aku harus membuang jauh perasaan ini, aku belum layak, ia bak seorang bidadari dan aku? Mungkin lebih bagus dikatakan mirip penjahat.

Seraya dengan semua itu, aku lupa kapan pengumuman hasil lomba tersebut sampai-sampai aku juga lupa dengan gadis cantik itu. Sabtu sore aku beserta rombongan berangkat ke luar kota menghadiri acara pernikahan seorang teman kelas, perjalanan yang penuh kenangan dengan motor melawan jarak hujan mengguyur, rasa dingin menusuk hingga ke tulang. Malam tersebut dalam perjalanan, pesang singkat kemabali masuk memberitahukan bahwa besok adalah pengumuman lomba sekaligus seminar mengenai ‘Maulidur Rasul’.
Bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar