Karya
Rahmatsyah
(Sumber: Serambi Indonesia, minggu 2
Desember 2012)
Siapa yang bodoh
Aku atau mereka?
Awalnya mulut berkoar-koar
Sambil mengangkatkan tangan membelanya
Siapa yang bodoh
Aku atau mereka?
Saat kami sedang duduk berdiskusi
Dengan secangkir kopi membahas tentang dia
Siapa yang bodoh
Aku bilang dia bagus
Mereka kata dia tak layak
Aku kata dia orang pandai
Mereka bilang dia pandai membodohi
Aku jawab “dia tak pernah membodohi”
Mereka sahut lagi, “Kau saja yang mau dibodohi”
Sekarang siapa yang bodoh?
Aku atau mereka?
Aku bilang, “Dia menghargai seni”
Mereka bilang, “Seni itu tak ada harga.”
Sebenarnya siapa yang bodoh!
Rahmatsyah, mahasiswa Gemasastrin 2010. Puisi ini telah dibacakan pada acara Seni, Kebohongan, dan Pembodohan, 23 November 2012.
Siapa yang bodoh
Aku atau mereka?
Awalnya mulut berkoar-koar
Sambil mengangkatkan tangan membelanya
Siapa yang bodoh
Aku atau mereka?
Saat kami sedang duduk berdiskusi
Dengan secangkir kopi membahas tentang dia
Siapa yang bodoh
Aku bilang dia bagus
Mereka kata dia tak layak
Aku kata dia orang pandai
Mereka bilang dia pandai membodohi
Aku jawab “dia tak pernah membodohi”
Mereka sahut lagi, “Kau saja yang mau dibodohi”
Sekarang siapa yang bodoh?
Aku atau mereka?
Aku bilang, “Dia menghargai seni”
Mereka bilang, “Seni itu tak ada harga.”
Sebenarnya siapa yang bodoh!
Rahmatsyah, mahasiswa Gemasastrin 2010. Puisi ini telah dibacakan pada acara Seni, Kebohongan, dan Pembodohan, 23 November 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar