Percakapan malam tak lagi ada
kesunyian
Aku menulis kidung tanda hati
bermunajat
Hujan tanpa bianglala tersematkan
Adakah hatimu menyebut namaku sekali
saja?
Kerap dikau membagi senyum, bahkan
Mengenang rapi tanda rasa itu
Engkau tak tahu
Rintik-rintik
Percakapan malam menyeru namamu
Rintik-rintik
Merindu
Rintik-rintik
Hujan jua telah membasahi qalbu
Rintik-rintik
Melihatmu sejak lama
Hingga kini tak ada dikau kenali
aku?
Aku menunggu waktu
Sampai hujan berhenti
Dan kau tahu tentang percakapan
batin
|| Tepi jalan Lamnyong 22. 52 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar