Menyamai riak bertabur ombak dibibir pantai
Ia seperti buih, terlalu banyak
Begitu indah bak alunan damai
Menikmatinya, ialah sama halnya menatap bulan
Ada kala suatu ketika rasa ini terlalu menggebu
Namun tetap pada janji; telah terpatri
Merindukanmu adalah nazam tidurku
Aku melihatmu dalam bayang yang jelas
Sudah restu bagiku menunggu janji itu
Menjadi raja dan ratu
Jika waktu dan doa masih menyatu
Kita tetap bersabar dengan rindu
Qalbu, menanti kehadiranmu
Tanpa bercerita
Hingga nanti terungkaplah segala kisah
Bermula cinta pada pandangan saat itu
Hingga hari ini,
dariNya adalah anugerah terindah
Rahmatsyah
0.06|| Banda Aeh, 14/06/14
0.06|| Banda Aeh, 14/06/14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar