Mengalir ke seluruh
Meluas tanpa arah
Meluap di setiap tapak
Matangkuli di sana air melapak
Kian lama ku jejaki seluruh
Jalan kampungku itu
Sampai hari ini genangan menghapusnya
Rintik-rintik turun sampai tak terhenti
lagi
Lalu reda, si air itu menjadi banjir
Di kampungku Matangkuli
Banda Aceh, 1
Desember 2012
Rahmatsyah,
Mahasiswa Gemasastrin 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar